Padhang mBulan
malam itu di hari itu
padhang mbulan memunculkan egonya
namun terselubungi oleh sang reno
temaramnya lampu
ditengah kota tua
memunculkan rasa mistis
romantika masa lalu
lamat-lamat terdengar dari luar
denting piano dari tangan nan lentik
mengalunkan simfoni lagu indonesia nan mendayu
rasa nasionalis begitu terasa memancar kuat
harum parfum
sutra batik
hak tinggi
bertabur intan permata
tepuk tangan yang riuh
menambah kesan glamornya
padhang mbulan di sebuah gereja tua
malam itu di hari itu
gereja blenduk
menjadi saksi akan datangnya
padhang mbulan
disebuah kota lama
disebuah perhelatan agung
disebuah resital piano nan indah
malam itu di hari itu
aku menikmatinya
fantasi melayang jauh ke masa depan
membayangkan padhang mbulan berikutnya
akankah masih seperti ini

0 Comments:
Post a Comment
<< Home